Pages

Subscribe:

Minggu, 07 Oktober 2012

Hello, Birthday Girl !

Dear, 18th Jessica..

You've passed your 17. That means, you're old now! Forget about being cute. Forget about searching your true identity. Forget about trying to be another one. Because how you are now is what you are and what you're doing now is what you will be. Yet , the way you are is super great.

Well, I want to tell you why shoes is my choice to be given to you. Here I'll tell you with Bahasa. Honestly, my english isn't good enough to describe it.

Persahabatan kita seperti sepasang sepatu. Kita saling melengkapi, saling menghargai, saling berbagi, dan selalu bersama. Tidak penting siapa aku, tidak penting siapa kamu. Kita berusaha untuk tidak kehilangan yang lain. Kita berusaha untuk menjaga satu sama lain. Kita berusaha menempa satu sama lain menjadi lebih kuat. 

Terkadang perjalanannya begitu jauh, begitu terjal, bahkan hilang arah. Kemudian kita mulai panik, kebingungan, berselisih, dan berjauhan. Lalu kenyataannya kita justru semakin hilang arah. Saat itu terjadi, aku tau hanya ada satu orang yang akan dengan sukarela membuka tangannya lebar-lebar untuk menyambut kedatangan seorang sahabat yang buruk ini. Aku beruntung mendapatkan kamu menjadi seorang sahabat yang dengan sabar berkata, "betapa bodohnya kamu" tapi aku tau itu adalah salah satu bentuk dukungan. Dukungan terindah yang pernah aku dapatkan dari seorang sahabat.

Terkadang sepatu ini dianggap jelek, disebut aneh, atau bahkan dinilai tak berharga. Tapi saat itulah aku sadar bahwa kita bukan sepasang sepatu mahal yang terbuat dari kulit binatang eksotis, yang dibuat oleh salah satu brand terkenal, yang dibandrol dengan 6 digit angka nol, atau hiasan paling indah bertabur emas. Kita hanya sepatu biasa, tidak cukup mahal, tidak cukup indah, tidak selalu berarti bagi sebagian orang. Tapi kita menemukan bahwa kita lah sepatu yang paling nyaman, yang tidak dapat dijual atau pun dibeli dimana pun, yang terkesan biasa tapi menikmati indahnya kita, yang sangat berarti untuk kita sendiri. Dan betapa bahagianya menjadi sahabat dari seorang Jessica yang dengan setia ngatain aku jorok, nggak tau diri, dan segudang kata-kata manis lainnya di setiap momen indah kita.

Tapi terkadang, kita hanya berjalan tanpa tujuan, menikmati setiap momen perjalanan kita, dan berkata betapa indahnya hidup ini karena seorang sahabat sepertimu. Setiap langkah mengingatkan kita tentang masa lalu, tentang indahnya kehidupan bahkan saat di masa-masa sulit. Setiap langkah ini justru menguatkan kita. Dan betapa bahagianya saat mengetahui bahwa aku semakin dewasa bersama seorang sahabat yang menemaniku tanpa kenal lelah.

Mungkin suatu saat kita akan berhenti menjadi sepasang sepatu yang menghangatkan sepasang kaki. Mungkin suatu saat kita akan dianggap terlalu tua untuk menjadi sebuah sepatu. Mungkin saat itu kita akan dibuang. Tapi bahkan tempat sampah tempat kita dibuang pun akan menjadi tempat paling indah untuk kita berbincang di detik-detik terakhir kehidupan kita. Tapi bahkan di saat itu terjadi kamulah pasangan sepatuku yang akan menemaniku hingga akhir. Tapi bahkan saat yang satu bertahan sedangkan yang lain akhirnya harus pergi, aku tau sampai pada akhirnya kamulah sahabat yang akan menggenggam tanganku dan berkata terima kasih untuk perjalanan yang begitu berharga.

Di atas sepatu ini, persahabatan kita, semoga kamu dikuatkan. Di atas sepatu ini, persahabatan kita, semoga kita akan terus melangkah dan berdampingan satu sama lain.
Terima kasih sahabat kecilku. {()}

Well, you know what. HAPPY BIRTHDAY, siskem. Wish you, your family, your future, everything around you will have the right way to go on. Have a blast year. Have a very long happiness and joy. Happy eighteen. Happy older day. Happy you. :*

Sent you a very huge love,
Your biggest fan,

Livia Winata.

0 komentar:

Posting Komentar